Fakultas Syari`ah | IAIN Pekalongan

Dekan Fakultas Syariah Jalin MoA dengan APSI Pusat

E-mail Print PDF

Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN Se-Indonesia secara resmi dibuka pada Senin lalu (25/20/2021) oleh Ketua Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, M.H., M.A. Bertempat di Ballroom The Sunan Hotel Solo, Forum dekan ini dihadiri oleh 38 perguruan tinggi Islam negeri. Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta bertindak sebagai tuan rumah dalam forum dekan kali ini.
Usai berdiskusi dengan Prof, Dr. I Gusti Ayu Ketut Rahmi Handayani, S.H., MM Dekan Fakultas Hukum UNS mengenai penguatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Akreditasi Unggul, forum dekan ini selanjutnya mem-follow-up hasil diskusi tersebut untuk kemudian akan direkomendasikan kepada Dirjen Pendis Kementerian Agama.
Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, M.H., M.A selaku Ketua Forum Dekan memimpin acara ini. “Forum ini merupakan agenda penting bagi fakultas syariah dan hukum, guna mendapatkan informasi, permasalahan yang timbul di lingkungan fakultas syariah dan hukum,” terang Dr. Ahmad Tholabi.
Fokus utamanya yaitu terkait merdeka belajar kampus merdeka. Dalam kesempatan ini, kedatangan juga Direktur PTKI Pendis Kemenag, Prof Dr. Suyitno, M.Ag. Suyitno sangat mengapresiasi forum dekan ini, “Saya sangat mengapresiasi acara Forum dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN Se-Indonesia ini,” ujarnya. Dengan adanya forum dekan ini, Prof. Suyitno berharap dapat menghasilkan kesepakatan-kesepakatan, yang nantinya bisa diimplementasikan oleh setiap dekan fakultas syariah dan hukum.
Pada akhirnya, forum dekan ini menghasilkan kesepakatan untuk melakukan kerjasama dalam pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kerja sama juga dilakukan dengan Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Pusat. Selain dilakukan oleh Dekan Fakultas Syariah IAIN Pekalongan, Dr. H. Ahmad Jalaludin, M.A, kerja sama ini ditandangani juga oleh 37 Dekan Fakultas Syariah dan Hukum di lingkup PTKIN Se-Indonesia, diantaranya yaitu: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN KH Achmad Siddiq Jember, IAIN Fattahul Muluk Papua, UIN Banten, IAIN Batusangkar, IAIN Madura, IAIN Kudus, IAIN Kediri, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, IAIN Pare Pare, IAIN Padangsidempuan, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, IAIN Kerinci, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Sumatra Utara Medan, UIN Walisongo Semarang, UIN Raden Mas Said Surakarta, IAIN Ponorogo, UIN Mataram, IAIN Sorong, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, IAIN Bukittinggi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, IAIN Manado, IAIN Langsa, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Datokarama Palu, UIN Alauddin Makassar, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, IAIN Kendari, IAIN Salatiga, IAIN Sultan Amai Gorontalo, IAIN Bone dan IAIN Palopo.

Last Updated on Friday, 19 November 2021 03:18

Fakultas Syariah Rintis Hubungan dengan Fakulti Syariah dan Undang-Undang UNISSI Brunei Darussalam

E-mail Print PDF

Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Pekalongan merintis hubungan baik dengan Fakultas Syariah dan Undang-Undang Universitas Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam melalui pertemuan secara virtual pada Kamis, 18 November 2021 Pukul 13.30 - 15.00 WIB. Acara dipimpin oleh kedua Dekan, yaitu Dr. H, Akhmad Jalaludin, M.A, dan Dr. Hajah Mas Nooraini binti Haji Mohiddin. Pertemuan virtual membahas tentang rencana kerjasama yang akan dijalin oleh kedua institusi, baik dari segi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Disampaikan pula dalam pertemuan tersebut bahwa Turut hadir dalam Fakultas Syariah dan Undang-Undang Universitas Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam juga telah bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dalam hal pertukaran mahasiswa, visiting lecturer, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Last Updated on Thursday, 18 November 2021 22:49

1st ICSLS 2021 Sukses dihelat oleh Fakultas Syariah IAIN Pekalongan

E-mail Print PDF

Kajian ilmu syariah dan hukum merupakan dua dimensi yang saling menyapa, dialektis dan saling mendukung secara harmonis. Namun, dialektika kajian syariah dan hukum yang saling memperkaya, mendukung dan melengkapi, tidak dapat berkembang secara optimal, bahkan paradoks. Kondisi ini tidak dapat dipungkiri, karena terdapat problematika filosofis antara ilmu syariah dan ilmu hukum. Misalnya, studi syariah mengakui norma hukum yang tidak bisa berubah (qathiyyyat). Berbeda dengan studi hukum, dimana nilai dan norma diciptakan oleh manusia dan pada akhirnya tergantung pada kesepakatan manusia tentang apa yang dianggap sebagai nilai/norma yang berubah dan tetap. Oleh karena itu, agar kedua ilmu tersebut dapat berkorelasi secara harmonis dan dialektis sehingga dapat berkembang secara optimal dalam konteks nasional dan global, maka diperlukan karakter yang fleksibel, dinamis, rasional, faktual, dan moderat. Moderat dapat diartikan memiliki komitmen kebangsaan, toleransi, non-kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal.

Berdasarkan realita tersebut, Fakultas Syariah IAIN Pekalongan mengundang dan mengajak para akademisi, praktisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan terkait untuk berkontribusi dalam Konferensi Internasional tentang studi syariah dan hukum dengan tema: “Pengembangan Ilmu Syariah dan Hukum Berkarakter Moderat dalam konteks global" pada 9 hingga 10 November 2021. Secara virtual, acara ini terlaksana dengan dibuka oleh Rektor IAIN Pekalongan, Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag dan sambutan oleh Dekan Fakultas Syariah IAIN Pekalongan, Dr. H. Akhmad Jalaludin, M.A. Turut mengisi acara, Doktor Hajak Mas Nooraini binti Haji Muhiddin dari Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Sultan Sharif Ali Brueni Darussalam, Doktor Khotibul Umam, SH, LL.M dari Departemen Hukum Islam UGM, Associate Profesor dari Fakultas Bisnis, Ekonomi dan Hukum Universitas Queensland Australias, Associate Doktor Rohaida Nordin dari Ketua Program Pascasarjana Universitas Kebangsaan Malaysia, Associate Prof Doktor Yusdani M.Ag dari Universitas Islam Indonesia, dan Pembicara dari tuan rumah adalah Associate Prof Doktor Muhammad Hasan Bisyri, M.Ag dari IAIN Pekalongan.

Setelah sesi utama berlangsung, dilanjutkan dengan 4 Sesi Paralel, yang mengkaji tentang Hukum Islam, Studi Ilmu Hukum, Studi Gender dan Hak Anak, dan Studi tentang Politik Hukum, yang di dalamnya dipresentasikan lebih dari empat puluhan hasil penelitian dari berbagai Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia. Perkembangan Ilmu Syariah dan Hukum yang berkarakter moderat dalam konteks global ini menjadi topik yang menarik dan relevan untuk dibahas dalam forum-forum konferensi internasional. Konferensi Internasional Ilmu Hukum dan Syariah yang ke-1 ini sejalan dengan visi Fakultas Syariah Institut Islam Negeri Pekalongan, yaitu: “Menjadi fakultas yang unggul dan berdaya saing di tingkat global dalam harmonisasi ilmu syariah dan ilmu hukum yang berkarakter moderat pada tahun 2036". Konferensi Internasional Ilmu Syariah dan Hukum ini menjadi tempat berdiskusi untuk dapat menghasilkan konsep, ide, gagasan, dan pemikiran yang komprehensif untuk pengembangan studi syariah dan hukum yang berkarakter moderat dalam konteks nasional dan global.

 

Last Updated on Friday, 12 November 2021 00:54

Kontingen Peradilan Semu Fakultas Syariah IAIN Pekalongan Sabet Juara III di Ponorogo

E-mail Print PDF

WhatsApp_Image_2021-11-01_at_13.01.34.jpeg

Fakultas Syariah – Kontingen Peradilan Semu Fakultas Syariah IAIN Pekalongan menyabet juara III pada kompetisi bergengsi Sharia Faculty National Moot Court Competition (SFNMCC 2021).

Last Updated on Monday, 01 November 2021 06:03 Read more...

Webinar Nasional Series Tindak Lanjut Kerja Sama Fakultas Syariah IAIN Pekalongan dan Fakultas Syariah UIN SMH Banten

E-mail Print PDF

Fakultas Syariah IAIN Pekalongan menggelar Webinas Nasional Series menindaklanjuti kerja sama dengan Fakultas Syariah UIN Sultan Mulana Hasanuddin Banten dengan Tema “Mewujudkan Visi Keilmuan Berbasis Harmonisasi Ilmu Syariah dan Hukum Berkarakter Moderat”. Pada acara tersebut, sebagai Keynote Speakers adalah Dr. H. Akhmad Jalaludin, M.A. Dekan Fakultas Syariah IAIN Pekalongan, dan Dr.H. Ahmad Zaini, S.H., M.S.I, Dekan Fakultas Syariah UIN SMH Banten, yang sebelumnya dilakukan laporan oleh Ketua Panitia, Dr. Trianah Sofiani, S.H., M.H.

Webinar_Nasional_Fasya_Day_2.jpg

Pada hari pertama, didiskusikan tema seputar Hukum Keluarga, dengan Narasumber Dr. Abdul Mufid, L.c., M.S.I. , Dr. H. Sayehu, S.Ag., M.Kom dari UIN SMH Banten, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Siti Maimanatunnisa dan Tia Mega Utami, masing-masing dari IAIN Pekalongan dan UIN SMH Banten dan di moderator oleh Dosen IAIN Pekalongan, Ahmad Umardani, M.Sy. Diskusi menarik juga tersaji di hari ke-dua dengan tema Hukum Ekonomi Syariah, sebagai moderator Iqbal Kamalludin, M.H. memandu jalannya diskusi dengan Narasumber Dr, Achmad Fageh, M.H.I dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. Rahmadi Indra Tectona, M.H. dari Universitas Jember, dan Fuad Zainudin, M.E. dari UIN SMH Banten, serta dilanjutkan dengan pemaparan dari mahasiswa, Fiqih Zeem dan Ysma Soleha.

Webinar_Nasional_Fasya_Day_1.jpg

Acara ditutup pada hari ke tiga dengan tema Hukum Tata Negara, yang dipandu oleh Moderator Syarifa Khasna, M.Si. Terdapat tiga narasumber pada sesi ini, yaitu Dr.Ija Suntana, CLA S.Ag., M.Ag dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Dr Ade Fartini, M.H. dari UIN SMH Banten, serta Yayah Heriyah dari unsur mahasiswa. Acara diikuti oleh ratusan peserta terdiri dari Mahasiswa, Praktisi Hukum, dan Dosen

Page 1 of 7

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  Next 
  •  End 
  • »